Ayu's Blog

Just another WordPress.com site

Sejarah Sumatera

Identitas Buku

Judul : Sejarah Sumatera

Penulis : William Marsden

Pengantar: John Bastin

Penerjemah : Tim Komunitas Bambu

Penyunting : Fadjriah Nurdiarsih

Desain isi : Sarifudin

Desain Sampul : Sarifudin dan Rio Satria Wicaksana

Halaman : xxvi/446 halaman

Sinopsis:

Buku karya William Marsden ini terdiri atas 23 Bab dan 446 halaman. Buku ini sepenuhnya menjelaskan tentang pulau Sumatera. Bab 1 menceritakan tentang Deskripsi umum pulau Sumatera; letak dan garis bujurnya, penelitian Kuno mengenai Sumatera, jarak dan pegunungan, air terjun danau laut dan sungai, udara dan angin, guntur dan kilat, musim, angin laut, produksi mineral, gunung berapi, tanah, pembentukan daerah baru dan batu karang serta ombak pasang.

Pada Bab 2  William menjelaskan tentang perbedaan penduduk yang terdiri sari deskripsi penduduk, pakaian dan ornamen, dan mengasah gigi serta melubangi telinga. Bab 3 tentang Infrasruktur dan kehidupan sehari hari yaitu tata cara membangun, api dan makanan. Pada Bab 4 disajikan tentang Kekayaan Alam Sumatera yaitu hasil pertanian, sawah, komoditi perdagangan, rempah-rempah,dsb.

Bab 5 menjelaskan tentang aneka varietas dunia flora, Bab 6 tentang keanekaragaman dunia fauna,  Bab 7 tentang komoditas perdagangan dan hasil perkebunan, Bab 8 tentang Kekayaan Alam dan perdagangan impor, Bab 9 tentang Keahlian orang Sumatera, Bab 10 tentang bahasa dan abjad.

Lanjut ke Bab 11 tentang Sosiologi masyarakat Sumatera. Bab 12 tentang adat istiadat dan hukum adat. Bab 13 tentang hukum adat dan perbudakan. Bab 14 tentang ritus perkawinan dan hiburan. Bab 15 tentang tradisi orang Sumatera. Bab 16 tentang Lampung. Bab 17 tentang perbedaan penduduk. Bab 18 tentang Kerajaan Melayu dan Kerajaan Minangkabau. Bab 19 tentang kerajaan-kerajaan di tepi sungai. Bab 20 tentang Batak. Bab 21 tentang Aceh. Bab 22 tentang Sejarah kerajaan Aceh dan Bab terakhir, Bab 23 tentang gugusan pulau di pantai barat Sumatera.

Kelebihan:

Menyajikan tentang Sumatera dengan lengkap. Sehingga kita dapat dengan mudah mengetahui tentang seluk beluk Sumatera.

Kelemahan:

Penyajian yang terlalu panjang dan ada beberapa kata-kata sulit sehingga pembaca kurang dapat menikmati penjelasannya.

Leave a comment »

Sang Pemimpin, Kumpulan Cerpen Sori Siregar

Identitas Buku

Judul : Sang Pemimpin, Kumpulan Cerpen Sori Siregar

Penulis : Sori Siregar

Ilustrator Cover : Stefana Hendra

Cetakan I : Desember 2006

Editor : Lecha Surayanin Diah

Sinopsis:

Buku karya Sori Siregar berisi 160 halaman dengan 23 cerpen yang berbeda.  Setiap cerpen yang disajikan dapat mengantarkan pembaca pada suasana Sang Tokoh saat itu. Ada kisah sedih, haru, kecewa, kejadian yang tak terduga, kesenangan, kesombongan, dll terangkum dalam buku ini dengan apik. Cerita yang disajikan pun sesuai dengan kenyataan yang dialami oleh masyarakat. Sehingga, kita dapat memahami nya dengan mudah dan dapat memetik pelajaran serta hikmah dari cerita tersebut.

Ada satu cerpen yang begitu ditekankan disini yaitu cerpen yang berjudul Sang Pemimpin. Dari judulnya saja kita sebagai pembaca akan bertanya-tanya, ada apa dengan Sang Pemimpin itu?pemimpin yang bagaimana yang dimaksud penulis? Sang Pemimpin mengisahkan tentang seseorang yang bernama Karim yang sudah lima tahun menghilang dari kampung halamannya. Tiba-tiba, suatu hari dia muncul bersama keluarganya. Kabarnya, dulu selama dia mengjilang dia melanjutkan sekolah di Selandia Baru dan mendapatkan gelar disana. Dia pernah menyebut gelar itu, namun karena penduduk kampung yang pada umumnya tidak berpendidikan, begitu sulit untuk mengingatnya, apalagi gelar tersebut menggunakan bahasa Inggris.

Dengan gelar barunya itu, Karim merasa bangga dan menganggap dirinya orang paling pintar di kompleks perumahan kampungnya. Seluruh warga kompleks juga merasa bangga karena da diantara warganya yang bergelar Sekolah Tinggi lulusan luar negeri. Persatuan Warga Kompleks tanpa ragu mengangkatnya sebagi Ketua. Kosim selaku Ketua PWK yang sednag menjabat saat itu dengan rela hati melepas jabatannya dan menyerahkannya kepada Karim.

Hari demi hari kekaguman warga kepada Karim semakin meningkat. Kefasihan bicaranya membuat warga terpesona sekalipun apa yang dikatakannya itu tidak benar. Kebohongan itu bisa menjadi sesuatu yang meyakinkan kalau ia yang menyampaikan kepada warga.

Samapi suatu hari ada yang curiga karena Karim hanya mengobral janji belaka tanpa melakukan aksi nyata atas janji-janji yang telah diucapkannya. Namun sampai di akhir cerita tak satupun yang berani menentangnya, mereka hanya diam dan tetap membiarkan Karim berbicara dengan semua kebohongannya.

Kelebihan:

- Kata-kata yang digunakan mudah dimengerti

- Cara penulis menyajikan cerita sangatlah menarik sehingga pembaca terbawa dalam suasana yang digambarkan saat itu

Kelemahan:

Pada bagian akhir cerita ada yang menggantung, sehingga menuntut pembaca untuk memikirkan sendiri kelanjutannya.

3 Comments »

Sang Pemimpi

Identitas Buku

 

sang-pemimpi
Judul Buku : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : I, Juli 2006
Tebal: 295 halaman
 
SINOPSIS
Jauh di pedalaman pulau Belitong, tiga orang anak di sebuah kampung Melayu bermimpi untuk melanjutkan sekolah mereka hingga ke Perancis, menjelahi Eropa, bahkan sampai ke Afrika. Ikal, Arai, dan Jimbron, merekalah si pemimpi itu, walau bagai pungguk merindukan bulan, mereka tak peduli, mereka memiliki tekad baja untuk mewujudkan mimpi mereka, hidup di daerah terpencil, kepahitan hidup, kemiskinan, bukanlah pantangan bagi mereka untuk bermimpi. Mereka tak menyerah pada nasib dan keadaan mereka, bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan mereka di masa kini untuk melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan.
Novel kedua Andrea Hirata “Sang Pemimpi” ini bertutur bagaimana ketiga anak kampung Melayu di kawasan PN Timah Belitong menjalani hari-hari mereka bersama mimpi-mimpinya.  .
Arai sebenarnya masih memiliki hubungan darah dengan Ikal, kedua orang tuanya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Arai tak memiliki saudara kandung sehingga setelah kematian kedua orang tuanya Arai diasuh oleh kedua orang tua Ikal di kampungnya sehingga bagi Ikal, Arai adalah saudara sekaligus sahabat terbaik baginya, Arai memiliki pribadi yang terbuka dan cerdas. Sedangkan Jimbron adalah sosok rapuh, ia tak secerdas Ikal dan Arai, ia gagap dalam berbicara semenjak kematian ayahnya. Jimbron sangat terobsesi oleh kuda, padahal di kampungnya tak ada seekorpun kuda bisa ditemui, nantinya kisah Jimbron dan obsesinya ini menjadi bagian yang menarik dan lucu pada buku ini. Ikal, Arai dan Jimbron memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi, mereka bahu membahu mewujudkan mimpi mereka. Saat itu PN Timah Belitong sedang dalam keadaan terancam mati, gelombang PHK besar-besaran membuat banyak anak-anak tidak bisa meneruskan sekolah mereka karena orang tuanya tak sanggup membiayai. Mereka yang masih ingin bersekolah harus bekerja. Demikian juga dengan ketiga pemimpi, begitu tamat SMP mereka ingin tetap melanjutkan sekolah mereka, karena di kampung mereka tak ada SMA, mereka harus merantau ke Magai, 30 kilometer jaraknya dari kampung mereka. Untuk itu mereka tinggal bersama-sama dalam sebuah  kontrakan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya mereka bekerja mulai dari penyelam di padang golf, office boy di sebuah kantor pemerintah hingga akhirnya bekerja sebagai kuli ngambat, yang bertugas menunggu perahu nelayan tambat dan memikul tangkapan para nelayan itu ke pasar ikan. Menurut hirarki pekerjaan di Magai, kuli tambat adalah pekerjaan yang paling kasar yang hanya akan digeluti oleh mereka yang tekad ingin sekolahnya sekeras tembaga atau mereka yang benar-benar putus asa karena tidak memiliki pekerjaan lain. Hal ini membuktikan bahwa ketiga pemimpi ini memiliki hati yang sekeras tembaga untuk bisa bersekolah untuk mewujudkan mimpi mereka.

Keunggulan

1. Buku ini memiliki banyak hal yang menarik. Dari segi penuturan, Andrea masih konsisten menyuguhkan kisah-kisah kehidupan yang memesona yang dirangkai dengan kalimat-kalimat yang menyihir pembacanya sehingga pembaca dibawa berkelana menerobos sudut-sudut kehidupan anak-anak kampung Melayu yang polos dan sederhana.

2. Tiap-tiap kisah yang dituturkan baik yang penuh dengan kelucuan, keharuan, tragedi dll diungkap dengan teknik bercerita yang memukau.

Kekurangan

Isi dari novel ini menceritakan suatu mimpi atau impian yang sulit dijalankan atau bertolak belakang dengan kehidupan kita sekarang ini.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 877 other followers